berau

Greenpeace menghadang pengiriman batu bara serta menyerukan G8 untuk menghentikan penggunaan batubara sebagai sumber energi

Spanduk raksasa bertuliskan “Quit Coal” (Hentikan penggunaan batu bara) dipasang pada Rainbow Warrior guna mendorong pemerintah Filipina untuk menghentikan pembangunan dan perluasan pembangkit listrik batu bara. Sementara para menteri lingkungan hidup G8 – perkumpulan negara-negara industri terkaya di dunia – bertemu di Jepang guna mendiskusikan solusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim, Greenpeace menyerukan pada mereka untuk mengikuti jejak Gubernur propinsi Albay, Joey Sarte Salceda, yang pada hari Rabu lalu telah menyatakan Albay sebagai zona bebas batu bara: “Kami percaya bahwa batu bara tidak lagi memiliki tempat di dunia yang sedang dilanda perubahan iklim dan sudah tentu tidak ada tempat bagi batu bara di Albay,” serunya.

 

”Para negara G8 harus menyadari bahwa peningkatan penggunaan batu bara bukanlah merupakan pemecahan atas masalah energi yang sedang kita hadapi. Apabila negara berkembang seperti Filipina dapat menghentikan penggunaan batu bara maka negara kaya dan maju seperti mereka yang tergabung di G8 tentu dapat melakukannya tanpa membangun pembangkit listrik batu bara baru, namun dengan membangun sistem energi yang bersih dan efisien. Skenario Revolusi Energi Greenpeace menunjukkan bahwa hal ini dapat dilakukan, (1)” ujar Jasper Inventor, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara.

 

Membakar batu bara merupakan satu-satunya sumber emisi CO2 terbesar dan menjadi penyebab pemanasan global. Filipina sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 7,000 pulau kecil sangat rentan terhadap risiko iklim saat ini serta perubahan iklim di masa mendatang. (2) Perubahan pola iklim berarti akan ada lebih banyak bencana angin topan, longsor serta kekeringan. Kenaikan permukaan air laut mengancam pulau-pulau yang terletak dekat dengan permukaan air laut. Tahun lalu LSM Germanwatch mengidentifikasi Filipina sebagai negara yang akan terkena dampak perubahan iklim yang paling parah. (3)

Filipina memiliki kelebihan kapasitas pembangkitan listrik sebesar 54% namun alih-alih melakukan investasi untuk menyelesaikan masalah dalam jaringan yang menyebabkan terbuangnya kapasitas tersebut, pihak pemerintah malah mengajukan pembangunan pembangkit listrik batu bara baru dan perluasan pembangkit listrik yang sudah ada.

”Pemerintah Filipina seharusnya melihat deklarasi Albay sebagai seruan mendesak untuk mengambil tindakan mengatasi ancaman perubahan iklim. Kita tidak dapat meneruskan ketergantungan kita terhadap batu bara lantaran harga pasarannya yang terus meningkat serta dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan batu bara. Penggunaan batu bara akan memperburuk ketahanan energi kita. Filipina seharusnya mengirimkan pesan keras kepada negara-negara ASEAN untuk melakukan penghentian penggunaan batu bara secara bertahap . Greenpeace juga menyerukan negara berkembang untuk menyediakan bantuan pada negara-negara berkembang seperti Filipina dalam upayanya memerangi perubahan iklim,” ujar Jasper Inventor.

The Rainbow Warrior memimpin kampanye “Quit Coal” yang dilancarkan Greenpeace di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Tur kapal ini bermaksud untuk memajukan solusi dalam menghentikan perubahan iklim – sebuah revolusi energi yang jauh dari penggunaan batu bara yang membawa dampak merusak serta pergeseran besar kea rah penggunaan sumber-sumber energi terbarukan.(www.greenpeace.or.id)

Mimpi Buruk

Dapatkah anda bayangkan sewaktu anda tidur di malam hari rumah anda di bumi hanguskan? dapatkah anda bayangkan sewaktu anda bermain bercengkrama dengan anak anak anda anda harus keluar dari rumah untuk selamatkan diri karena rumah anda di bongkar? dapatkah anda bayangkan sewaktu anda menunggu kelahiran anak , anda anda kehilangan tempat mencari makan?

Bisakah anda bayangkan sewaktu anda meratap rumah anda hancur terbakar seseorang mengambil untung dari kehancuran anda?

Apakah yang anda lakukan jika terjadi demikian?

Rumah anda dapat dibangun lagi dalam sekejap jika terjadi kehancuran. Hutan Berau perlu ribuan tahun untuk seperti dulu lagi. Sudah cukup anda melakukan kerusakan. Sekarang anda harus berubah. Menyayangi hutan demi masa depan Berau. Penghuni hutan Berau juga punya kehidupan.

Lahan Sawit

 

Greenpeace pada hari Senin, 21 April 2008 mengeluarkan
laporan yang bertajuk MEMBAKAR KALIMANTAN.
Dalam laporan yang bernada keras, bertajuk Membakar 
Kalimantan Greenpeace membeberkan laporan baru 
yang menunjukkan titik-titik  dimana para pemasok 
Un*leve* menghancurkan hutan gambut dan habitat orangutan  
demi menanam kelapa sawit, salah satu bahan penting 
dalam pembuatan merek sabun terkenal Un*leve*.Laporan ini 
juga menjelaskan bagaimana pertumbuhan  sektor kelapa 
sawit memberikan dampak buruk terhadap keanekaragaman hayati.  
Jumlah populasi orangutan merosot drastis dan terancam 
kepunahan.Dengan  memetakan kawasan yang dikendalikan oleh 
perusahaan-perusahaan kunci yang  menjadi pemasok perusahaan 
Un*leve*,laporan ini menjelaskan bagaimana  perusahaan 
dengan hubungan langsung dengan Un*leve* saat ini membabat 
habitat orangutan yang tersisa. Laporan ini juga mencakup 
riset lapangan yang dilakukan oleh Greenpeace dibulan-bulan 
awal tahun 2008. berita selanjutnya Berita Terkait Pemasok 
Kelapa Sawit Membakar Kalimantan Greenpeace menyerukan 
pemerintah Indonesia untuk segera mendeklarasikan moratorium 
konversi lahan gambut dan hutan dengan kriteria minimum 
sebagai berikut:      
i.    Tidak ada perkebunan baru dalam kawasan hutan yang sudah 
   dipetakan   
ii.    Tidak ada perkebunan baru yang dibuka dengan cara 
    merusak lahan gambut.
iii.Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan 
    pasca-November 2005 yang dihasilkan dari deforestasi 
    atau merusak kawasan dengan nilai konservasi 
    tinggi (High Conservation Value Forest, HCVF).   
iv.    Tidak ada perkebunan atau perluasan areal perkebunan 
    pada kawasan masyarakat adat atau kelompok masyarakat 
    yang menggantungkan hidup mereka pada hutan tanpa 
    persetujuan mereka yang diambil tanpa tekanan 
    (free prior informed consent, FPIC).          
v . Menginformasikan secara terbuka rantai lacak pasokan 
    serta system segregasi yang dapat menandai dan 
    mengecualikan minyak kelapa sawit darikelompok yang 
    gagal memenuhi kriteria di atas.                 

Greenpeace membutuhkan dukungan supporter Greenpeace 
untuk mendukung kampanye Hutan yang di lakukan di Indonesia. 
Bertepatan dengan momentum Hari Bumi kami mengundang 
anda melakukan sesuatu hal yang nyata untuk berbuat
sesuatu untuk menyelamatkan hutan Indonesia.         
Selamatkan Hutan Selamatkan Iklim, kami meminta anda untuk 
mengisi PetisiOnline untuk 
Penyelamatan Hutan Indonesia, yang bertujuan : 
1.Menerapkan penghentian sementara (moratorium) atas  
  seluruh kegiatan konversi hutan termasuk pembalakan 
  dan pengeringan  lahan gambut  
2.Merehabilitasi lahan gambut yang rusak dengan menanam 
  tumbuhan yang alami.  
3.Menghentikan kebakaran hutan dan lahan gambut  
4.Mencabut semua ijin konsesi HPH di Indonesia  
5.Menghentikan konversi lahan hutan untuk keperluan 
perkebunan kelapa sawit dan industri kertas di Indonesia.          
Isi petisi Online ini mengajak semua pecinta alam berau 
untuk bersatu mengadakan penyelamatan Hutan Berau dari
kehancuran.Anda bisa akses untuk lebih jelas dan
memberikan kontribusi anda untuk alam dengan
http://www.greenpeace.or.id

 

Hutanku yang malang

lokasi : Sungai Segah BerauTanggal 30 April saat itu matahari mulai menunjukkan jam 2 siang , terdengar dengungan suara kapal tunda berlayar mengikuti aliran sungai segah, kapal itu sedang menarik kargo yang berisikan kayu bantalan sekitar 1000 kubik. Kegiatan ini bisa di lihat di sungai segah hampir setiap harinya..

Hati bertanya tanya apakah ini sudah punya ijin ? apakah ijin ada sudah dipertimbangkan secara matang matang oleh Pemda? bukannya 1000 kubik perhari itu banyak? Pengusaha yang logging siapa? pengusaha yang diuntungkan itu siapa? apa mereka melaksanakan kewajiban mereka? menanam kembali? berapa pohon sehari yang ditanam? kemana dia beli bibit pohon itu ? apakah pohon yang ditanam itu tumbuh? atau cuma depan jalanan aja yang di tanam?

Pertanyaan cuma tinggal pertanyaan. Kepada siapa kita bisa bertanya?

Direktur Eksekutif yang baru

Von Hernandez dikenal luas saat kampaye yang mengeksposes pembuangan dan pencegahaan pembakaran sampah yang menjadi penyebab polusi tertinggi di Asia tenggara. Perjuangan tersebut menghantarkan ia mendapat penghargaan Goldman di tahun 2003, atau setara dengan hadiah nobel bagi para aktivis lingkungan.

von-hernandez-photographed.jpgVon Hernandez menjadi orang Filipina pertama yang mendapat penghargaan tersebut. Penerima penghargaan tersebut sebelumnya adalah Wangari Maathai. Di tahun 2007, Von Hernandez terpilih menjadi salah satu pahlawan lingkungan versi majalah TIME untuk kampaye yang sama.

Lebih dari lima belas tahun Von Hernandez berkecimpung sebagai aktivis lingkungan. Ia merupakan salah satu dari pencetus kampaye lingkungan dan beberapa kegiatan seperti kampaye untuk merehabilitasi sungai Pasig dan berkampanye untuk membersihkan pencemaran racun bekas pangkalan militer Amerika Serikat yang terdapat di daerah Clark dan Subic di Filipina.

Von Hernandez termasuk pendiri dan pendorong dari pelbagai penyelamatan lingkungan dan koalisi-koalisi di tingkat nasional ataupun internasional seperti Aliansi Global Anti-Incineration Alliance (GAIA), Waste Not Asia, Lakbay Kalikasan, Koalisi the Eco-Waste, Pergerakan Sagip Pasig, Kesatuan masyarakat menuntut pembersihan pangkalan militer dan Kesatuan penolakan perdagangan kayu.

Pada tahun 1995, Von Hernandez bergabung dengan Greenpeace sebagai koordinator pada kampaye bahan beracun Greenpeace di Asia. Ia menjadi dewan pengurus Greenpeace India dan posisi terakhirnya adalah Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara selama empat tahun sebelum penunjukanya sebagai Direktur Eksekutif.

Saat pengumuman penunjukan, Emmy Hafild Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Periode tahun 2005 - 2008 mengatakan Von Hernandez adalah seorang campaigner Greenpeace yang mempunyai pengalaman berkampaye yang sangat kaya dalam strategi berorganisasi.

“Saya yakin didalam kepemimpinan Von Hernandez dapat memperkuat Greenpeace asia tenggara untuk mempertahankan dan memperjuangkan lingkungan dari ancaman perubahan iklim, penggundulan hutan, Polusi dan kontaminasi Genetik“ Tegas Emmy

Greenpeace asia tenggara telah berdiri sejak 1 Maret 2000 dan memiliki tiga kantor yaitu Bangkok, Manila dan Jakarta.

Greenpeace adalah organisasi kampaye global yang bertindak untuk merubah sikap dan perilaku, untuk melindungi dan memelihara lingkungan serta mempromosikan perdamaian.